Home   Artikel Pendidikan   Kasih Sayang Tanpa Syarat

Kasih Sayang Tanpa Syarat

Smiling_yoga_kids

Mungkin tak banyak dari kita yang menyadari, bahwa pembentukan harga diri anak didasari oleh kasih sayang yang kita berikan.

Ya. Kasih tanpa syarat berarti menyayangi anak, tak peduli apapun yang mereka lakukan, katakan, dan percayai. Kita boleh saja tidak suka dengan perbuatan mereka, namun kita akan tetap menyayangi mereka.

Untuk memberikan kasih sayang tanpa syarat, kita perlu menjadi orang tua yang tangguh dan menggunakan pikiran yang jernih. Walau hati sedang kecewa mendengar perkataan anak yang kurang sedap, kita harus tetap tangguh menjernihkan pikiran agar tetap adil dalam menerapkan kasih sayang pada anak.

Banyak dari kita bersikan angin-anginan dalam menerapkan kasih sayang. Bersikap penuh perhatian ketika anak bersikap manis dan penurut. Namun berubah menjadi keras jika anak tidak menurut. Padahal, justru menyayangi tanpa syarat paling dibutuhkan ketika anak dalam kondisi “sedikit menyebalkan”. Misalnya, ketika anak membantah kata-kata orang tua. Atau ketika anak melakukan hal yang sengaja dilarang.

Berikut tips yang agar dapat memberikan kasih sayang tanpa syarat pada anak dalam segala kondisi:

 

Bedakan “anak” dengan “perilakunya”

Misal, ketika anak memukul teman, ada dua cara mengevaluasinya.

  • Pertama.  Menyatakan perilaku anak secara spesifik. “Anakku kehilangan kesabaran dan memukul temannya.”
  • Kedua. Focus pada orangnya lalu menyimpulkan, “anakku seorang pemukul”.

Jika Anda memilih cara evaluasi yang pertama, memfokuskan pada perilaku anak, kita bisa membantu anak untuk mengidentifikasikan perilaku yang diperbaiki alih-alih menyalahkan.

Berikan perhatian khusus

Waktu khusus adalah waktu berinteraksi bersama anak, seperti bermain bersama ataupun sekedar bercakap-cakap.

Hindari kebiasaan hanya bertanya ketika anak lewat, seperti  “sudah mandi belum?” atau “sudah mengerjakan PR belum?”. Hindari pula cara menjawab pertanyaan anak sambil membuka computer atau menonton tv.

Berikan banyak sentuhan fisik seperti pelukan, belaian, tepuk kepala atau punggungnya atau sentuhan apa saja yang disukai anak.

Hargai keunikan anak

Menyayangi anak apa adanya memerlukan pengetahuan tentang keunikan anak agar kita dapat lebih bertolenransi mengizinkan keunikan anak berkembang.

Jika Anda memiliki hobi dan kegemaran tertentu, hindari pemaksaan kegemaran Anda pada anak jika anak Anda tidak menyenanginya. Bantu anak Anda mengenali keunikan pribadinya. Sepanjang hal yang ia ingin lakukan tidak melanggar etika, moral, tidak melukai atau tidak sesuai umur.

Kurangi kritikan

Hati-hati dengan kritik. Kritik yang terlalu sering dapat mematikan kreatifitas. Anak akan berhenti mencoba jika ia merasa apa yang ia lakukan tidak membuat orang tuanya senang.

Pikirkan dan seleksi baik-baik hal yang Anda larang. Terlalu banyak kritik membuat anak merasa tak berharga.

Jika Anda merasa harus mengkritik, jelaskan bentuk kritikan Anda dengan jelas dan spesifik. Misalnya, “pukulanmu menyakiti adikmu” bukannya menunjukan ada yang salah pada anak dan mencap ,” Kamu jahat”.

Perhatikan pula bahasa tubuh Anda agar tetap bisa menyampaikan kritikan dengan tenang, bukan dengan bahasa tubuh yang memperihatkan kemarahan.

Sebagai pengganti kritikan, Anda dapat memanfaatkan masalah menjadi teaching moment. Misalnya ketika melihat dampak perbuatannya bisa melukai perasaan dan fisik orang lain, Anda bisa mengajak anak untuk berdiskusi, mengevaluasi emosinya dan mengajaknya berfikir.

Bantulah dia untuk membuat rencana agar lain kali ia bisa merasa kecewa tanpa harus melukai orang lain.

Kembangkan rasa percaya diri anak

Rasa percaya diri anak muncul pertama kali dari kasih, kepedulian, dan penilaian orang tua terhadapnya.

Apa yang Anda katakan tentang anak Anda, itulah yang dia percayai. Bagaimana kita melihat anak, begitulah mereka memandang dirinya.

Jika Anda mengatakan anak Anda berharga, dia pun percaya bahwa dia berharga. Hindari melihat anak Anda sebagai suatu masalah. Lihatlah permasalah anak Anda sebagai kesempatan untuk mendidik dan menunjukan kasih sayang.

Sekian dulu artikel  kali ini. Tips-tips dan sharing lainnya akan dilanjutkan di artikel berikutnya.

Inspirasi:  Andyda Meliala, Successful Parenting, Bypass

 

Comments are closed.